Advertisement
Cilegon — Desakan keras terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa di Kota Cilegon semakin tak terbendung.
Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) DPC Kota Cilegon melayangkan surat audiensi dan memperingatkan Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kota Cilegon agar tidak lagi menghindar dari agenda resmi yang telah ditentukan.
Ketua ARUN Cilegon, Yadi, menyatakan bahwa publik membutuhkan penjelasan langsung dari Kabag Barjas, bukan jawaban yang berputar-putar atau hilang kontak.
> “Kami sudah kirim surat resmi, Mencantumkan nomor WhatsApp, dan tetapkan jadwal. Jangan lari! Ini urusan publik, bukan ruang untuk sembunyi,” tegas Yadi dengan nada keras.
Audiensi dijadwalkan pada Kamis, 27 November 2025 pukul 14.00 WIB, dan dianggap sebagai kesempatan bagi Barjas untuk menjawab berbagai persoalan yang diduga menghambat transparansi pengadaan.
Pertanyaan ARUN: Dari Pengadaan Langsung Sampai Dugaan Ketimpangan Kebijakan
Dalam audiensi nanti, ARUN bakal menyoroti isu-isu yang selama ini dianggap sengaja dibiarkan menggantung, antara lain:
Mekanisme pengadaan langsung
Penyebab gagal lelang di sejumlah OPD
Kejelasan aturan Perwal/Pergub/Peda
Sanksi bagi pihak-pihak yang diduga melanggar regulasi pengadaan
ARUN menegaskan, mereka membawa dukungan dari berbagai LSM, ormas hingga aktivis di Kota Cilegon.
> “Kami ingin ruang dialog yang terbuka. Sediakan tempat, fasilitasi pertemuan, dan jangan ada lagi upaya mengulur-ngulur,” ujar Yadi.
ARUN Sindir Pedas Kebijakan Pengadaan “Apa Kota Cilegon Kekurangan Pengusaha?”
Brigade ARUN, Berto, ikut bersuara lantang.
Ia juga menyebutkan, banyak pengusaha lokal merasa “dimatikan” oleh kebijakan pengadaan pemerintah yang seolah-olah tidak berpihak kepada penyedia dari Kota Cilegon.
> “Pengadaan langsung, e-purchasing… masa iya di kota industri seperti Cilegon tidak ada pengusaha yang mampu? Atau jangan-jangan aturannya yang sengaja dibuat menyulitkan?” sindir Berto.
Menurutnya, berbagai keluhan sudah menumpuk, mulai dari akses informasi pengadaan yang tak merata hingga dugaan keberpihakan terhadap penyedia luar daerah.
ARUN: Publik Menunggu Sikap Gentleman dari Kabag Barjas
ARUN menilai, inilah saatnya Kabag Barjas menunjukkan sikap gentle dengan hadir dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.
> “Ini bukan soal keberanian ARUN, tapi soal keberanian pejabat publik untuk bertanggung jawab. Jangan sampai ketidakhadiran justru menguatkan dugaan-dugaan negatif di masyarakat,” tegas Yadi.
Kini, publik menunggu apakah Kabag Barjas akan tampil dan menjawab semua pertanyaan, atau justru memperpanjang kegelisahan warga Cilegon terhadap kinerja pengadaan barang dan jasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar