Advertisement

Advertisement
HeadlineNewsPemerintah

Cilegon Gaungkan Kawasan Industri Net Zero, Jalin Kerja Sama dengan Climateworks Centre

CakrawalaBanten
Kamis, 20 November 2025, 00:38 Wib
Advertisement

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjalin kerja sama strategis dengan Tim Climateworks Centre Net Zero Industrial Precincts (NZIP) Fase 2. 

Langkah ini merupakan upaya nyata Pemkot Cilegon untuk merealisasikan konsep Net Zero Industrial Precincts (NZIP), sejalan dengan target ambisius Indonesia mencapai Net-Zero Emission pada 2060.


​Inisiatif penting ini dibahas dalam pertemuan lintas pemangku kepentingan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kota Cilegon pada Rabu, 19 November 2025.


​Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk Direktur Perwilayahan Industri dan Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, serta jajaran kepala dinas Pemkot Cilegon. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kolektif untuk mendukung transisi industri rendah karbon di Kota Baja.


​Dalam sambutannya, Dewi Norytyas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pusat menyoroti posisi strategis Cilegon sebagai salah satu kota industri utama di Provinsi Banten.


​"Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dan konsisten terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cilegon, dengan kontribusi lebih dari 55 hingga 60 persen," ujar Dewi.


​Kondisi ini didukung oleh keberadaan 305 industri besar dan menengah, serta 1.674 industri kecil di Cilegon. Dengan bidang usaha terbesar di sektor baja dan kimia, Kota Cilegon dikenal sebagai Kota Baja berkat industri raksasa seperti PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Posco.


​Namun, di balik kontribusi ekonomi yang besar, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti, mengungkapkan adanya dampak negatif terhadap lingkungan.


​"Seperti kita ketahui, terdapat hubungan positif dan signifikan antara industrialisasi dengan emisi karbon yang dihasilkan. Semakin banyak aktivitas industri, semakin tinggi pula emisi gas rumah kaca (GRK) yang dilepaskan ke atmosfer, sehingga dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global," jelas Andriyanti.


​Menyikapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Cilegon menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif NZIP yang digagas Kementerian Perindustrian dan Tim Climateworks Centre.


​"Untuk itu, perlu adanya langkah-langkah yang harus ditempuh untuk percepatan transisi industri menuju industri rendah karbon, sehingga target Net-Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 dapat tercapai," tegas Andriyanti.


​Sementara itu, Nova, fungsional muda Disperindag Kota Cilegon, menyambut baik kerja sama ini, menekankan pentingnya kolaborasi.


​"NZIP membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, baik dari pusat maupun daerah, serta kawasan industri dalam mengimplementasikannya. Kami berharap pertemuan pengenalan NZIP fase 2 ini memberi pemahaman bersama untuk merumuskan rencana dan langkah-langkah selanjutnya dalam pelaksanaan NZIP di wilayah Kota Cilegon," kata Nova.


​​Egi dari Tim Climateworks Centre turut memberikan penjelasan lebih lanjut, bahwa fokus utama dalam NZIP Fase 2 adalah menyusun peta jalan (roadmap) detail yang terukur, spesifik, dan dapat diterapkan di kawasan industri Cilegon.


​"Kami akan memprioritaskan analisis mendalam mengenai potensi dekarbonisasi di sektor industri utama Cilegon, seperti baja dan kimia, mengidentifikasi teknologi rendah karbon yang paling efisien, dan merumuskan mekanisme pendanaan yang berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadikan Cilegon sebagai percontohan (pilot project) kawasan industri Net Zero di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara," pungkas Egi.

  • Artikel Selanjutnya
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    TrendingMore