Advertisement

Advertisement

AMPAL BANTEN Geram, ada Oknum Tenaga ahli DPRD mengintimidasi Anggotanya

CakrawalaBanten
Jumat, 09 Januari 2026, 20:15 Wib
Advertisement


(Serang/9/1/2025) Setelah Surat Permohonan Audiensi yang dilayangkan AMPAL BANTEN kepada ketua DPRD Kota Serang tertanggal 07 Januari dan diterima Tanggal 08 Januari 2025 di sekretariat DPRD Kota Serang terkait dugaan mangkir 2 panggilan Polresta Serang Kota kepada salah satu anggota DPRD Kota Serang atas nama oknum dewan terkait sidak Galian C dengan dugaan membawa senjata tajam. Diketahui bahwa panggilan terhadap oknum dewan ini sudah dua kali terjadi yaitu pertama pada tanggal 12 Desember 2025 dan kedua pada tanggal 19 Desember 2025. Ujar Wawan Gunawan Ketua AMPAL BANTEN. 
Berdasarkan pantauan kami di polresta serang kota bahwa dilingkugan Polresta Serang Kota dan kami tidak melihat kedatangan Oknum dewan tersebut, dan kami juga akan pertanyakan kepada Polresta Serang kota terkait transparansi dan profesionalisme dalam penanganan kasus ini. "Tambah Wawan. 
Berkaitan dengan anggotanya yang di intimidasi oleh oknum tenaga ahli DPRD, AMPAL BANTEN akan semakin bersemangat menyampaikan aspirasi kepada DPRD, ada apa di lembaga terhormat ini "ucap Wawan. Pola-pola intimidasi dan pembungkawan terhadap suara rakyat terhadap mahasiswa ini semakin memicu kecurigaan kita terhadap penanganan kasus ini. Sejauh ini bagaimana tata tertib di DPRD Kota Serang dijalankan, mekanisme kerja Ketua DPRD terhadap anggotanya, mekanisme badan kehormatan terhadap pelanggaran etik anggota DPRD Kota Serang dan tambahan terhadap mekanisme kontrol sekretaris DPRD terhadap tenaga ahli sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya" semangat Wawan dengan nada tinggi. 
Awalnya kita hanya ingin di fasilitasi audiensi dan diskusi secara dingin, tapi dengan ulah oknum KPTA ini kami kecewa dan tidak menutup kemungkinan akan terus melakukan protes dan aksi untuk mengembalikan Marwah DPRD Kota Serang sebagai lembaga terhormat yang di dalamnya duduk wakil-wakil Rakyat. "Kami keberatan dan geram, anggota kami di intervensi, intimidasi dan di BAP seperti penjahat" tutup Wawan.
  • Artikel Selanjutnya
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    TrendingMore