Advertisement
CILEGON — Kepala SMPN 5 Kota Cilegon, Dr. M. Asholahudin yang akrab disapa Pak Ade, mengikuti Seminar Rancangan Proyek Transformasi Kepemimpinan Sekolah Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi pasca Pendidikan dan Pelatihan BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 7 Cilegon pada Kamis, 30 April 2026 tersebut diikuti oleh 12 kepala Sekolah Menengah Pertama se-Kota Cilegon yang sebelumnya telah menjalani pendidikan dan pelatihan selama 10 hari.
Dalam kesempatan itu, Dr. Asholahudin memaparkan program unggulan yang akan diterapkan di SMPN 5 Cilegon, yaitu transformasi tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel berbasis digitalisasi.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah program SI PINTAR, sebuah sistem berbasis pemindaian barcode untuk memantau kehadiran dan kedisiplinan siswa. Melalui sistem ini, setiap siswa akan memiliki kartu khusus yang digunakan saat memasuki lingkungan sekolah.
“Program SI PINTAR ini dirancang agar kehadiran siswa dapat terpantau secara real-time dan terhubung langsung dengan orang tua. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui keberadaan anak-anak mereka saat berada di sekolah,” ujar Pak Ade.
Ia menambahkan, program tersebut juga terbuka untuk diadopsi oleh sekolah lain yang ingin meningkatkan sistem kedisiplinan dan pengawasan siswa melalui teknologi digital.
“Jika ada sekolah lain yang ingin mengimplementasikan program ini, kami sangat terbuka. Harapannya, inovasi ini dapat memberikan manfaat lebih luas dalam dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa,” tambahnya.
Program SI PINTAR direncanakan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Pihak sekolah berharap implementasinya dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah.
Selain itu, SMPN 5 Cilegon juga telah ditunjuk sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di Provinsi Banten. Penunjukan ini menjadikan SMPN 5 Cilegon sebagai sekolah percontohan pertama di Banten yang mengintegrasikan teknologi Google dalam proses pembelajaran.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya penguatan digitalisasi sekolah yang tengah dikembangkan, guna meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami mohon doa dan dukungannya agar seluruh program ini dapat terlaksana dengan baik dan membawa perubahan positif bagi SMPN 5 Cilegon,” tutupnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar