Advertisement

Advertisement

Bahaya Mengintai di Proyek Renovasi Toilet SDN Kedaleman 2: Pekerja Nekat Abaikan APD Tanpa Pengawasan

CakrawalaBanten
Jumat, 21 Agustus 2026, 16:10 Wib
Advertisement


CILEGON - Proyek Renovasi Toilet SDN Kedalaman 2 kel. Kedaleman Kec. Cibeber abaikan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tampaknya masih menjadi poin yang terabaikan dalam pelaksanaan proyek pemerintah daerah di Kota Cilegon, Jum'at 21/08/2026. 


Sebuah proyek renovasi toilet sekolah di SDN Kedaleman 2 tertangkap kamera sedang dikerjakan dengan standar keselamatan yang sangat mengkhawatirkan.


Berdasarkan pantauan awak media langsung dilokasi pada hari selasa 18 agustus,terlihat sejumlah pekerja sedang beraktivitas membangun struktur bangunan, Temuan yang paling mencolok adalah tidak adanya satupun pekerja yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar K3 konstruksi.


Foto dokumentasi memperlihatkan para pekerja memanjat perancah bambu yang nampak rapuh tanpa menggunakan helm keselamatan (safety helmet), rompi keselamatan, maupun sepatu safety. Kondisi ini tentu sangat membahayakan nyawa mereka, mengingat risiko jatuh dari ketinggian atau tertimpa material bangunan.


Padahal, jika merujuk pada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini adalah proyek resmi di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Cilegon. 


Proyek bertajuk "Rehabilitasi Sarana, Prasarana, dan Utilitas Sekolah" khususnya "Rehabilitasi Toilet SDN Kedaleman 2" ini memiliki nilai kontrak yang cukup signifikan, mencapai Rp. 125.044.000,- (Seratus Dua Puluh Lima Juta Empat Puluh Empat Ribu Rupiah).


Proyek ini dilaksanakan oleh pihak ketiga, yaitu CV. KARYA CILEGON ABADI, dan didanai oleh APBD Kota Cilegon Tahun Anggaran 2026. Abainya penggunaan APD ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon selaku pemilik proyek. 


Apakah anggaran untuk K3 sudah dialokasikan dalam kontrak kerja tersebut? Dan jika iya, kemanakah anggaran tersebut dialihkan jika para pekerja tetap dibiarkan bekerja tanpa pelindung? Selain masalah keselamatan kerja, transparansi mengenai spesifikasi material juga menjadi sorotan publik.


Di lokasi proyek terlihat tumpukan sak semen bermerek "RAJAWALI". Padahal, seringkali dalam dokumen kontrak proyek pemerintah, terdapat spesifikasi semen standar tertentu yang harus digunakan.


Hal ini memicu keraguan publik mengenai kualitas hasil akhir bangunan, mengingat nilai kontrak yang cukup besar namun pengawasannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilegon nampak lemah.


Kondisi dilapangan menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dari pihak pelaksana yaitu, CV. KARYA CILEGON ABADI, dan juga kelemahan supervisi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon. 


Pihak-pihak terkait didesak untuk segera turun tangan menertibkan standar keselamatan kerja demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana APBD untuk proyek tersebut.

  • Artikel Selanjutnya
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    TrendingMore