Advertisement

Advertisement

Proyek "Mewah" Toilet TK Negeri Pengabuan Cilegon Diduga Asal Jadi. Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jadi Pertanyaan Publik.

CakrawalaBanten
Senin, 24 Agustus 2026, 15:42 Wib
Advertisement

​CILEGON - Proyek Renovasi Toilet jadi asumsi publik Sebuah pepatah lama mengatakan, "Ada uang, ada rupa." Namun, tampaknya pepatah ini tidak berlaku untuk proyek rehabilitasi toilet di TK Negeri Pengabuan, Kota Cilegon, Senin 24/08/2026.


Proyek renovasi toilet yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 54.049.242,- (Lima Puluh Empat Juta Empat Puluh Sembilan Ribu Empat Ratus Empat Puluh Dua Rupiah) bersumber dari Dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon Tahun Anggaran 2026 ini, dituding dikerjakan secara asal-asalan.


​Berdasarkan pantauan awak media langsung di lokasi, kondisi toilet yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi anak-anak usia dini justru memprihatinkan. Dari beberapa foto dokumentasi yang diperoleh, terlihat jelas ketidakprofesionalan.


Pengerjaan proyek tersebut, yaitu

​Keramik Lantai dan Dinding Acak-acakan: Pemasangan keramik, baik di lantai maupun dinding, terlihat dikerjakan tanpa ketelitian. Sambungan nat (garis antar keramik) tidak konsisten besar-kecilnya, permukaannya tidak rata, dan potongan keramik di bagian pojok terlihat dipaksakan. 


Ini berpotensi membahayakan anak-anak jika ada ujung keramik yang tajam atau permukaannya yang tidak leveling.

​Kotor dan Tidak Terawat: Selain kualitas pemasangan, kondisi lantai juga terlihat sangat kotor oleh bekas semen dan sisa material yang belum dibersihkan sempurna.


Padahal ini adalah area sensitif untuk anak-anak PAUD.

​Sentilan untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.

​Papan nama proyek dengan jelas mencantumkan bahwa kegiatan ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, dengan spesifikasi kegiatan "Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana Prasarana dan Utilitas PAUD." Ujarnya 


​Kondisi lapangan yang berbanding terbalik dengan nilai anggaran yang cukup besar ini memicu pertanyaan kritis:

​Dimana fungsi pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon? ​Bagaimana proses verifikasi pengerjaan (MC-0 hingga MC-100) dilakukan sehingga hasil yang "berantakan" seperti ini bisa lolos?


​Apakah Nilai Rp 54 juta hanya "seharga" nat keramik yang acak-acakan?

​Anggaran PAD adalah uang rakyat yang seharusnya dikelola dengan prinsip efisiensi dan akuntabilitas untuk kepentingan publik, apalagi untuk fasilitas pendidikan anak usia dini. 


Pembiaran terhadap kualitas pengerjaan seperti ini menunjukkan lemahnya komitmen Dinas dalam memastikan kualitas fasilitas pendidikan yang layak bagi anak-anak Cilegon.


​Sentilan ini untuk Pelaksana (PT. FAEYZA RIZKI ABBASY) dan Konsultan Pengawas (CV. PRASASTI DWI KARYA)

​Kritikan keras juga dialamatkan kepada pelaksana proyek, PT. FAEYZA RIZKI ABBASY, dan konsultan pengawas, CV. PRASASTI DWI KARYA. Kualitas pengerjaan yang ditunjukkan di TK Negeri Pengabuan sangat jauh dari standar profesionalisme.


​Kepada PT. FAEYZA RIZKI ABBASY, hasil kerja keras Anda (atau keasal-asalan Anda?) di toilet ini terlihat jelas oleh mata telanjang. Apakah standard finishing perusahaan Anda memang serendah ini?

​Kepada CV. PRASASTI DWI KARYA, apa yang Anda awasi? Jika plafon bocor dan keramik tidak rata ini lolos dari pengawasan Anda, maka fungsi Anda sebagai konsultan pengawas patut dipertanyakan.


Apakah Anda hanya mengawasi kertas laporan?

​Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Walikota dan Inspektorat, didesak untuk segera turun tangan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Cilegon, pelaksana, dan konsultan pengawas terkait proyek ini. 


Audit teknis dan finansial yang menyeluruh harus dilakukan. Publik berhak tahu bagaimana uang rakyat sebesar Rp 54 juta digunakan untuk hasil yang memalukan seperti ini di sebuah institusi dunia pendidikan.

  • Artikel Selanjutnya
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    TrendingMore